Beberapa waktu lalu, sempat saya menerima cerita, dari salah seorang klien, yang oleh pasangannya, sering dibanding-bandingkan. Entah itu dibandingkan dengan istri orang lain, atau bahkan dibandingkan dengan mantan pasangannya yang terdahulu.

Berangkat dari pertanyaan semacam ini, tidak ada salahnya bagi kita untuk belajar, agar tidak membanding-bandingkan pasangan kita. Dengan siapapun itu.

Mengapa demikian? Karena membanding-bandingkan pasangan sendiri, akan berdampak buruk terhadap hubungan yang dijalani. Dan itulah, yang kali ini akan kita bahas. Yaitu soal dampaknya, bila kita membanding-bandingkan pasangan kita, dengan orang lain.

Sebab pastinya tidak ada, orang yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, oleh pasangannya sendiri. Hal semacam ini hanya akan menimbulkan sakit hati. Serta menimbulkan berbagai masalah, sebagai berikut ini.

Yang pertama, sikap membanding-bandingkan, hanya akan membuang kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Anda akan selalu merasa tidak puas. Selalu merasa bahwa ada yang kurang dari pasangan Anda.

Padahal yang menjadikan suatu hubungan langgeng dan bahagia, adalah kemampuan kita untuk menerima kekurangan pasangan kita, apa adanya. Jika Anda tidak bisa menerima kekurangan pasangan, maka wajar, bila ujung-ujungnya Anda pun tidak bahagia.


Baca Juga :


Yang kedua, tindakan kita membanding-bandingkan pasangan, juga akan membuat hubungan ini menjadi tidak sehat. Secara perlahan, rasa tidak puas Anda akan kekurangan pasangan, akan menjadikan Anda serba menuntut. Memaksa pasangan untuk menjadi sosok yang Anda inginkan. Padahal kita sendiri pun pasti punya kekurangan, dan kita tidak ingin dipaksa menjadi orang lain.

Hal semacam ini, bila dibiarkan terus menerus, hanya akan menyakiti kedua belah pihak. Di satu sisi Anda merasa tidak bahagia, dan pasangan Anda pun tertekan menjalaninya.

Yang ketiga, jika kita membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain, maka pasangan akan merasa dirinya tidak berharga. Pasangan kita akan mulai menyakiti dirinya sendiri, menyalahkan dirinya sendiri, menganggap ada yang salah dengan dirinya, hanya karena tidak bisa memenuhi ekspektasi Anda. Padahal Anda sendirilah, yang menciptakan ekspektasi tersebut.

Seharusnya, bila dari awal Anda menginginkan pasangan yang berkarakter A, maka carilah pasangan yang berkarakter A. Bukan malah berpasangan dengan siapapun itu yang Anda suka, kemudian berharap bisa merubahnya menjadi karakter A. Sebab ini manusia, bukan tanah liat. Tidak bisa kita bentuk semau kita.

Yang keempat, selama kita masih suka membanding-bandingkan pasangan kita, dengan orang lain, maka inilah tanda bahwa kita belum siap menjalani hubungan. Bahwa sesungguhnya kita belum bisa dewasa dalam bersikap.

Ketidakdewasaan ini, menjadikan standar Anda terlalu tinggi. Padahal dalam hidup, tidak ada sosok yang sempurna. Semua orang pasti punya kekurangan dan kelebihannya. Jika memang tidak bisa menerima kekurangan pasangan, maka selesaikanlah hubungan ini baik-baik. Bukan malah membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain.

Kemudian yang terakhir, atau yang kelima, kebiasaan membanding-bandingkan pasangan, pada akhirnya akan membuat hubungan yang kita jalin, berakhir sia-sia. Pada akhirnya pasangan akan merasa lelah dan bosan, dengan sikap kita yang terlalu menuntut. Sehingga ia pun memutuskan hubungan secara sepihak.

Bila Anda tidak ingin hal semacam ini terjadi, maka mulai sekarang mari kita hilangkan kebiasaan ini. Jangan sampai kita terbiasa membanding-bandingkan pasangan kita, dengan orang lain. Siapapun itu. Karena kita sendiri pun pasti tidak ingin dibanding-bandingkan.

Lebih baik kita terima kekurangan sekaligus kelebihan pasangan kita, dan bila ingin memperbaiki diri, maka mari kita lakukan sama-sama.

Dampak Membandingkan Pasangan Dengan Orang Lain
error: Content is protected !!