Jika sebelumnya, sudah kita bahas tentang apa saja dampaknya, bila kita membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain, maka kali ini, untuk melengkapi bahasan tersebut, akan kita bahas tentang bagaimana menyikapi pasangan yang suka membanding-bandingkan kita.

Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami hal ini, dimana pasangan kita, membanding-bandingkan kita, dengan orang lain, yang dianggapnya lebih baik. Perilaku semacam ini, tidak jarang membuat kita bingung.

Sebenarnya niatnya untuk apa? Apakah ingin kita berubah menjadi lebih baik, atau sekedar komentar negative saja? Yang mana komentar negative ini, tidak jarang malah menimbulkan pertengkaran.

Ada macam-macam alasan, mengapa orang membandingkan pasangannya sendiri, dengan orang lain. Alasan pertama adalah karena merasa tidak puas dengan pasangannya sendiri. Alasan kedua adalah karena ingin memotivasi pasangannya ini, agar berubah menjadi lebih baik.

Tetapi alasan kedua ini, jarang terjadi. Lebih sering kita jumpai adalah alasan pertama, yaitu sengaja membanding-bandingkan, sekedar karena merasa tidak puas pada pasangannya.

Sehingga pasangan Anda pun mulai membanding-bandingkan diri Anda, dengan orang lain. Bahkan dengan mantan pasangannya yang terdahulu. Bukannya menjadi motivasi, tentu saja tindakan semacam ini hanya akan terasa seperti sebuah penghinaan, yang sangat menjatuhkan kepercayaan diri kita. Seharusnya bila ingin merubah ke arah kebaikan, tidak perlu pakai membanding-bandingkan segala. Cukup dengan memberi contoh saja.


Baca Juga :


Ada juga orang yang terlanjur memiliki kebiasaan membanding-bandingkan orang, semata-mata karena pola asuh masa kecil, yang dibawanya hingga dewasa. Kalau kasusnya semacam ini, maka besar kemungkinan pasangan Anda sama sekali tidak sadar, bahwa ucapannya terasa menyakitkan. Nah, untuk menghadapi pasangan yang sering membanding-bandingkan kita dengan orang lain, maka setidaknya ada dua hal yang bisa kita lakukan.

Yang pertama, adalah mengkomunikasikan masalah ini apa adanya. Cobalah untuk jujur tentang perasaan ini. Beritahu pasangan Anda, bahwa Anda keberatan, bila terus disamakan dengan orang lain. Sebab antara Anda, dan orang lain yang dianggapnya lebih baik ini, adalah dua pribadi berbeda.

Sedangkan yang kedua, perlu juga bagi kita untuk berbenah diri. Memperbaiki diri kita sama-sama. Karena setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihannya.

Menerima apa adanya, merupakan suatu syarat mutlak dalam sebuah hubungan. Tetapi menerima apa adanya, bukan berarti mentolerir semua kelemahan yang ada. Bila masih ada ruang, bagi Anda maupun pasangan, untuk berubah ke arah yang lebih baik, maka manfaatkanlah ruang perubahan itu sama-sama. Saling membenahi diri, saling belajar satu sama lain. Tanpa perlu membanding-bandingkan segala. Cukup menetapkan tujuan yang ingin dicapai bersama.

Lalu bagaimana, jika setelah kita mengikuti dua cara ini, pasangan tetap tidak bergeming? Tetap merasa dirinya benar. Dan tetap membanding-bandingkan kita dengan orang lain?

Inilah tandanya, hubungan Anda tidak sehat. Pasangan Anda belum cukup dewasa, untuk menyelesaikan masalah tanpa menyebabkan pertengkaran. Jadi bukan soal suka membanding-bandingkan saja, tetapi sikapnya terhadap Anda, secara umum memang kurang baik.

Dalam situasi ini, maka Anda berhak untuk menentukan pilihan. Apakah ingin tetap bertahan, atau mau menyudahi saja baik-baik. Darimana menjalani sebuah hubungan, yang terus menerus diliputi perselisihan dan rasa tidak nyaman. Keputusan ini, sepenuhnya, berada di tangan Anda.

Kurang lebihnya demikianlah, yang dapat kita lakukan, untuk menghadapi atau menyikapi pasangan yang suka membanding-bandingkan. Semoga bermanfaat untuk Anda, terima kasih banyak telah menyaksikan.

Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Membanding-Bandingkan
error: Content is protected !!