Bahasan kita kali ini, adalah seputar jodoh. Sebagian dari Anda, mungkin pernah mendengar orang bilang, bahwa jodoh adalah cerminan diri kita. Apakah benar demikian? Itulah yang akan kita bahas.

Semakin dewasa usia kita, maka perbincangan seputar pasangan hidup, akan menjadi semakin sulit kita hindari. Dan urusannya bukan lagi soal mencari orang yang bisa diajak nonton film. Atau diajak makan di luar. Tetapi benar-benar pasangan yang bisa menemani hingga akhir hayat.

Tiap orang, pasti memiliki kriterianya sendiri dalam mencari pasangan. Bahkan kadang, ketika Anda belum berpasangan, sebagian orang akan menuduh Anda memiliki kriteria yang terlalu tinggi.

Komentar seperti ini, tidak perlu Anda masukkan ke hati. Karena Anda berhak punya kriteria. Anda juga berhak punya selera. Orang lain tidak berhak untuk menghakiminya. Dan tibanya jodoh untuk tiap-tiap orang, ya memang akan beda.

Jika orang bilang, bahwa jodoh adalah cerminan diri kita, maka ini ada benarnya. Orang yang berkualitas baik, umumnya akan dipertemukan dengan mereka yang berkualitas baik pula. Meskipun ada juga, orang baik yang berakhir jatuh hati pada penjahat, karena salah pilih. Inilah pentingnya kita berhati-hati.

Karena jodoh adalah cerminan diri, maka mari meningkatkan kualitas diri kita. Mari memperbaiki diri kita, agar suatu ketika dipertemukan, dengan mereka yang juga sedang memperbaiki dirinya. Kita berhak punya selera, kita berhak menentukan kriteria, selama di saat yang sama, kita memperbaki diri kita juga.

Dan bila suatu ketika dipertemukan dengan orang yang kita suka, tidak perlu buru-buru. Kenalilah dulu dengan baik. Belajarlah dari banyak orang di luar saya, yang tidak cukup beruntung dalam mencari pasangan. Sehingga bersanding dengan orang yang kasar dan tidak sayang.
Daripada menyesal di belakang, lebih baik berhati-hati dari depan.

Bagaimana kita tahu, orang ini baik atau tidak? Cocok atau tidak dengan kita? Ya dengan mengenalinya. Bukan dengan menerawang, bukan juga dengan meraba-raba. Jangan pula menggantungkan pada pendapat orang, karena ini hidup Anda, hubungan Anda, pilihan Anda, maka Andalah yang menjalaninya.

Mengenali seseorang, memang butuh waktu. Maka nikmatilah prosesnya. Tidak semua orang, memiliki kepribadian persis seperti apa yang ia tampilkan di luar. Jadi lebih baik dikenali dulu, daripada kecewa setelah menikah.

Tidak perlu buru-buru berkomitmen. Hanya karena sudah dikejar umur, atau karena sudah didesak oleh keluarga. Jangan biarkan orang lain mempengaruhi sebuah pilihan, yang mestinya berhak Anda putuskan sendiri.

Ingat, jika jodoh adalah cerminan diri kita, maka bila suatu ketika kita memilih bersanding dengan seseorang yang buruk tabiatnya, bisa jadi inilah pertanda bahwa kita tidak cukup berhati-hati.

Ada banyak kasus, dimana orang dari awal sudah tahu, bahwa pasangannya ini berwatak tidak baik. Tetapi tetap memutuskan untuk menikah. Pikirnya, setelah menikah wataknya akan berubah.

Padahal pernikahan bukanlah panti rehabilitasi. Seringkali, bukan dalam kemampuan kita untuk menjadikan seseorang lebih bertanggungjawab. Sebab di dunia ini, memang ada banyak hal yang tidak dapat kita ubah.

Intinya, mari perbaiki kualitas diri kita. Agar suatu saat dipertemukan dengan orang yang sama berkualitasnya. Dipertemukan dengan cerminan diri kita. Kurang lebihnya, demikianlah yang dapat saya sampaikan. Bagi Anda yang mencari pasangan, saya doakan semoga lekas dipertemukan dengan yang terbaik.

Benarkah Jodoh Cerminan Diri Sendiri?
Tagged on:     
error: Content is protected !!